PNL dan YBHA Peutuah Mandiri Gelar Seminar Perlindungan Perempuan dan Anak

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bekerja sama dengan Yayasan Bantuan Hukum dan Anak (YBHA) Peutuah Mandiri menyelenggarakan Seminar Perlindungan Perempuan dan Anak dengan tema “Sinergi Perguruan Tinggi Bersama Mahasiswa dalam Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” pada Rabu, (17/09/2025) di Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur PNL, Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng., Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kampus vokasi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia industri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membentuk lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.


Kampus harus adaptif terhadap perkembangan zaman, kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan sosial, serta inklusif dalam merangkul semua elemen masyarakat. Sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus pusat solusi, PNL berkomitmen untuk menjadi role model dalam mewujudkan kampus yang ramah perempuan dan anak,” ujar pria yang akrab disapa Didi ini.

Beliau juga menyoroti berbagai kasus disparitas dan kekerasan yang masih tinggi di Aceh Utara. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa tindakan perundungan, pelecehan, hingga kekerasan dalam bentuk apapun bukanlah hal sepele.


“Kita perlu menanamkan kesadaran sejak dini, bahkan dari hal-hal kecil seperti bercanda atau bully yang dapat melukai psikis seseorang. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menghadirkan lingkungan belajar yang lebih sehat dan produktif,” tambahnya.


Direktur YBHA Peutuah Mandiri, Rudy Bastian, S.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari PNL dalam menyuarakan isu perlindungan perempuan dan anak. Ia menekankan bahwa angka kekerasan, terutama di Aceh Utara, masih cukup tinggi, sehingga diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pendidikan, aparat hukum, dan organisasi masyarakat sipil.


Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri Roslina Rasyid, S.H., M.H. (Direktur Eksekutif LBH Apik Aceh) yang membahas bentuk-bentuk kekerasan serta dampaknya bagi korban, dan AKP Dr. Bustani, S.H., M.H., MSM (Kasat Reskrim Polres Aceh Utara) yang memaparkan penanganan kasus di wilayah hukum Aceh Utara.


Sebagai wujud nyata komitmen bersama, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PNL dengan YBHA Peutuah Mandiri serta Memorandum of Agreement (MoA) antara YBHA Peutuah Mandiri dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) PNL. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas, layanan pendampingan, serta mekanisme penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus.


Pada kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua Tim penggerak PKK Aceh Utara, Junidar, Kanit II PPA Satreskrim Polres Aceh Utara Aipda T. Arie Andi, S.H., S.A.B serta paralegal YBHA Peutuah Mandiri dan dari PNL turut hadir Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Syukri, S.T., M.T., Koordinator Humas dan Kerja Sama, Ir. Muhammad Hatta, S.ST., M.T., jajaran ketua jurusan, dan seluruh Tim Satgas PPKPT PNL, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan dilingkungan PNL. 


Acara ditutup dengan pembacaan deklarasi dan pemutaran video jargon “Stop Kekerasan” sebagai simbol komitmen seluruh civitas akademika untuk mewujudkan PNL sebagai kampus aman, ramah perempuan, dan ramah anak. [HumasPNL]