PNL Cetak Tenaga Konstruksi Kompeten Bersertifikat

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Terampil Jenjang Subklasifikasi Keselamatan Konstruksi. Kegiatan yang berlangsung pada 22–27 Juni 2026 di Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Pelatihan dilaksanakan secara blended (luring dan daring), diikuti oleh 693 peserta, terdiri dari 50 peserta secara langsung di PNL dan 643 peserta secara daring.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), sekaligus memfasilitasi peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Selama enam hari, peserta mendapatkan pembekalan materi terkait kebijakan keselamatan konstruksi, penyusunan dokumen SMKK, komunikasi dan koordinasi di tempat kerja, manajemen risiko, operasi keselamatan konstruksi, hingga studi kasus lapangan dan uji kompetensi.


Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PNL sebagai mitra penyelenggara kegiatan strategis tersebut.


"Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki komitmen kuat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor konstruksi yang memiliki peran vital dalam pembangunan nasional. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap lahir tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan kerja. Kompetensi yang tersertifikasi akan menjadi bekal penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompetitif." Harapnya.


Direktur juga menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, pemerintah, dan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menghasilkan lulusan dan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di masa depan.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keselamatan konstruksi merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pembangunan.


"Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Tenaga kerja yang kompeten dan memahami aspek keselamatan akan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja dalam setiap proyek pembangunan." Jelasnya.


Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, Balai Jasa Konstruksi, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe dapat terus diperkuat guna mencetak tenaga kerja konstruksi yang profesional serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.


"Pembangunan infrastruktur yang berkualitas harus didukung oleh tenaga kerja yang profesional dan memiliki sertifikasi kompetensi. Keselamatan konstruksi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan budaya kerja yang harus diterapkan oleh seluruh insan konstruksi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendukung penuh berbagai program peningkatan kompetensi seperti ini karena akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembangunan dan daya saing tenaga kerja daerah." Katanya.


Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan serta menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier.


Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti studi kasus, kunjungan lapangan, penyusunan laporan, hingga Uji Kompetensi Sertifikasi Petugas Keselamatan Konstruksi yang dilaksanakan pada 27 Juni 2026 oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap peserta benar-benar memenuhi standar kompetensi nasional di bidang keselamatan konstruksi.


Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Lhokseumawe kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia industri dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Diharapkan, program pelatihan dan sertifikasi ini dapat melahirkan tenaga kerja konstruksi yang profesional, berintegritas, berbudaya keselamatan, serta mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. [HumasPNL]