Artificial Intelligence Mengubah Dunia, Jurusan TIK PNL Mempersiapkan Generasi Penakluk Masa Depan

Lhokseumawe – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kuliah umum bertema "Skill Masa Depan: Kunci Sukses Menuju Industri Global di Era Artificial Intelligence (AI)" di Ruang Theater Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia menghadapi transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence.

Ketua Jurusan TIK PNL, Salahuddin, S.T., M.Cs., mengatakan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing global. 


Menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai aspek teknis, tetapi juga harus mampu membentuk talenta digital yang memiliki karakter, kreativitas, serta kemampuan berinovasi sesuai kebutuhan industri.


Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., mengatakan perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah cara industri beroperasi, mulai dari proses produksi, pengambilan keputusan, hingga model bisnis. Menurut dia, perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


Muhammad Arhami menilai mahasiswa Jurusan TIK tidak cukup hanya menguasai kompetensi teknis di bidang teknologi informasi. Mereka juga dituntut mampu berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu karena hampir seluruh sektor kini memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence.


"Saat ini AI bukan lagi menjadi milik mahasiswa Jurusan TIK semata. Hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan penguasaan teknologi informasi dan Artificial Intelligence. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan beradaptasi, bekerja lintas disiplin, dan terus meningkatkan kompetensinya," ujarnya.


Menurut Arhami, pengalaman internship atau magang di industri harus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran untuk memahami budaya kerja, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menyelaraskan kompetensi yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.


"Apa yang dipelajari di kampus harus relevan dengan kebutuhan industri. Kampus bertugas membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sedangkan mahasiswa harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar mampu menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat," katanya.


Kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Engineer dari Universitas Syiah Kuala. Dalam paparannya, Melinda mengatakan perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah lanskap dunia kerja secara fundamental. Sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin akan semakin banyak diotomatisasi, sementara kebutuhan terhadap talenta yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, serta mampu memanfaatkan AI justru terus meningkat. Menurut dia, perubahan tersebut bukan untuk ditakuti, melainkan harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kompetensi.


Melinda menjelaskan bahwa nilai tambah manusia pada masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan memecahkan persoalan yang kompleks, beradaptasi dengan perubahan, berkolaborasi lintas disiplin, serta memiliki empati dan etika dalam memanfaatkan teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu membangun budaya lifelong learning, terus memperbarui keterampilan, dan tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.


Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah melalui riset, inovasi, proyek berbasis teknologi, serta pengembangan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Artificial Intelligence seharusnya dipandang sebagai mitra yang mampu mempercepat lahirnya inovasi di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pertanian, lingkungan, pendidikan, hingga keamanan siber. 


"Mahasiswa yang mampu mengintegrasikan kompetensi teknis dengan kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan semangat berinovasi akan menjadi talenta yang paling dibutuhkan industri pada masa depan," ujarnya.


Narasumber lainnya, Muhammad Zulfan Azhari, S.ST., M.Sc., memaparkan implementasi Data Engineering di Hukomonline. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan data menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan di era ekonomi digital. Melalui sejumlah studi kasus, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan rekayasa data, analitik, dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia industri.


Kuliah umum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari dosen dan mahasiswa mengenai perkembangan AI, peluang karier global, etika pemanfaatan kecerdasan buatan, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi kebutuhan industri di masa depan.


Melalui kegiatan ini, Jurusan TIK PNL menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta siap berkontribusi dalam pengembangan industri digital di tingkat nasional maupun global. [HumasPNL]