Wujudkan Entrepreneur Muda, PNL Gelar Pelatihan Kewirausahaan 2026
Lhokseumawe – Dengan mengusung tema “Be Brave, Be Different” Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA-PKK) kembali menggelar Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa di ruang Training Centre1 Gedung TDC PNL pada Rabu, (24/06/2026). Kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa agar mampu bersaing di era global yang semakin kompetitif.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, S.T., M.T., dan turut dihadiri oleh Kepala UPA-PKK PNL, Zulkarnaini, S.E., M.Si.Ak., CA., CIFRS. Pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Muhammad Nasir dari PT. Optima Literasi Global dan Lailan Fajri Saidina, S.Sos., M.Sos., CH.t., CMTC., CT, dari PT. Tandaseru Cosulting Indonesia, keduanya membagikan wawasan, pengalaman, serta strategi pengembangan usaha di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia bisnis.
Dalam sambutannya, Ir. Syukri, S.T., M.T. menegaskan bahwa kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era transformasi digital saat ini. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang inovatif dan berdaya saing.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun keberanian dan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai maupun mengembangkan usaha yang telah dirintis. Saat ini peluang bisnis semakin terbuka luas dengan hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara kreatif dan inovatif untuk meningkatkan daya saing usahanya," ujar Syukri.
Ia juga menegaskan komitmen PNL dalam mendukung tumbuhnya wirausahawan muda melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan, hingga dukungan pengembangan usaha. Menurutnya, kampus akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bisnisnya agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Kepala UPA-PKK PNL, Zulkarnaini, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di lingkungan PNL. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa yang baru ingin memulai usaha, tetapi juga bagi mereka yang telah memiliki bisnis agar dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan usaha yang sudah ada. Mereka diajarkan berbagai trik dan strategi untuk dapat bersaing di era global saat ini, terutama dengan memanfaatkan AI dan berbagai media digital lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha," jelasnya.
Selama pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai pengembangan mindset entrepreneur, strategi pemasaran digital, pemanfaatan AI dalam dunia usaha, inovasi produk, penguatan branding, hingga teknik membangun bisnis yang berkelanjutan. Para narasumber juga membagikan pengalaman praktis mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi produk dan jasa yang ditawarkan.
Perkembangan teknologi digital saat ini dinilai membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk membangun usaha dengan lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan media sosial, marketplace, platform digital, dan berbagai aplikasi berbasis AI menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan di tengah pasar yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan ini, PNL berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha dapat terus menjalankannya dengan penuh keyakinan dan semangat. Kampus juga berkomitmen memberikan dukungan baik dari sisi moral, pendampingan, maupun bantuan usaha lainnya guna membantu mahasiswa mengembangkan bisnis mereka.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PNL kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi vokasi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemampuan berinovasi, serta kesiapan menghadapi tantangan ekonomi global. Diharapkan, para peserta dapat menjadi wirausahawan muda yang tangguh, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di masa depan. [HumasPNL]