Satgas PPKPT PNL Ikuti Pelatihan Trauma Healing dan Manajemen Stres

Lhokseumawe – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dalam memberikan layanan terbaik bagi korban kekerasan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui keikutsertaan Sekretaris Satgas PPKPT PNL, Siti Aminah, S.E., M.S.M, dalam kegiatan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus (Trauma Healing dan Manajemen Stres bagi Pengelola Layanan) yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2025 lalu di Oproom Bappeda Kota Lhokseumawe.


Pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Lhokseumawe ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai lintas sektor. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala DP3AP2KB, Salahuddin, S.T., M.S.M, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini mengingat meningkatnya kasus pelecehan seksual dan perundungan (bullying) di masyarakat.


“Kegiatan ini penting untuk membekali para pengelola layanan dalam memulihkan trauma, baik akibat kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, maupun stres yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kami berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam memberikan layanan yang lebih empatik dan efektif,” ujar Salahuddin.


Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber profesional dari Psikodista Konsultan, yaitu Siti Rahmah, S.Psi., B.Psy (Hans)., M.Psi., Psikolog dan Iyulen Febri Zuarny, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Keduanya membawakan berbagai metode penanganan trauma dan pengelolaan stres, mulai dari Butterfly Hug, Journaling, Art Therapy, Grounding, Dance & Music Therapy, Acceptance and Commitment Therapy (ACT) hingga Letter to Me.


Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan berkesempatan mempraktikkan langsung teknik-teknik self-care yang diajarkan. Menurut Siti Aminah, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan relevan bagi tugas Satgas di lingkungan kampus.


“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petugas layanan. Selain menambah pengetahuan, juga memberikan bekal untuk menjaga ketenangan dan kesejahteraan diri sendiri agar dapat melayani korban dengan lebih baik,” ujar Siti Aminah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberi dampak positif, baik bagi petugas layanan maupun korban yang membutuhkan pemulihan,” tambahnya.


Dengan keikutsertaan dalam kegiatan ini, Satgas PPKPT PNL diharapkan semakin siap memberikan pendampingan dan pemulihan yang lebih profesional bagi korban kekerasan, sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. [HumasPNL]