PNL Jadi Tuan Rumah Monitoring dan Evaluasi Program HEF New Zealand
Lhokseumawe — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menjadi lokasi pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Head Embassy Fund (HEF) New Zealand yang dikolaborasikan oleh Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) PNL.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus PNL pada, selasa (13/01/2026) ini dihadiri oleh anggota Satgas PPKPT PNL serta mahasiswa aktif dari berbagai jurusan. Monev dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas pelaksanaan Program HEF dalam mendukung penguatan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.
Ketua Satgas PPKPT PNL, Novi Quintena Rahayu, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian program sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan kampus yang aman dan berperspektif korban.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Program HEF New Zealand di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kegiatan ini tidak hanya menjadi evaluasi program, tetapi juga ruang pembelajaran bersama untuk terus meningkatkan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus,” ujar Novi.
Ia menegaskan bahwa Satgas PPKPT PNL berkomitmen untuk menjalankan perannya secara profesional, responsif, dan berorientasi pada perlindungan hak korban. Menurutnya, kolaborasi dengan YBHA Peutuah Mandiri serta dukungan internasional melalui Program HEF menjadi penguat dalam membangun ekosistem kampus yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui kolaborasi ini, YBHA Peutuah Mandiri dan Satgas PPKPT PNL berkomitmen untuk terus membangun kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, perundungan, dan bentuk pelanggaran lainnya di kampus.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta masukan terkait isu kekerasan di lingkungan kampus. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai peran Satgas PPKPT serta mekanisme pelaporan yang aman, rahasia, dan berperspektif korban.
Kegiatan Monev ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan dukungan internasional melalui Program HEF New Zealand, guna menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika.
PNL menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program strategis yang sejalan dengan upaya perlindungan hak asasi manusia serta peningkatan kualitas kehidupan kampus yang berintegritas. [HumasPNL]