PNL Gelar UTBK SM-KPN 2026, Menjaring Generasi Vokasi Masa Depan

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) Tahun Akademik 2026/2027 selama dua hari, 6–7 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Komputer Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komputer PNL tersebut diikuti 1.200 pendaftar yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh maupun luar Aceh.

Pelaksanaan UTBK SM-KPN merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara nasional oleh konsorsium politeknik negeri di Indonesia. Bagi PNL, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memberikan kesempatan yang luas kepada lulusan SMA, SMK, dan MA untuk mengakses pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.


Sejak pagi hari, para peserta telah memadati lokasi ujian untuk melakukan registrasi dan verifikasi data sebelum memasuki ruang ujian. Seluruh tahapan pelaksanaan berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan sistem ujian berbasis komputer yang didukung infrastruktur teknologi informasi yang memadai.


Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang meninjau langsung pelaksanaan ujian menyampaikan bahwa UTBK SM-KPN merupakan tahapan penting dalam proses penjaringan calon mahasiswa yang akan menjadi bagian dari generasi vokasi masa depan.


“Melalui seleksi ini, kami berharap dapat memperoleh calon mahasiswa yang memiliki kompetensi, motivasi belajar yang tinggi, serta kesiapan untuk berkembang dalam lingkungan pendidikan vokasi yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter," ujarnya.


Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Oleh karena itu, PNL terus melakukan penguatan pada aspek kurikulum, pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, serta perluasan jejaring kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan mitra internasional.


Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan UTBK SM-KPN 2026 telah dipersiapkan secara matang baik dari aspek teknis, sumber daya manusia, maupun infrastruktur pendukung.


“Panitia telah menyiapkan tim teknis dan pengawas yang siaga selama pelaksanaan ujian guna memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan, dan sistem ujian berjalan optimal. Kami ingin memberikan pengalaman seleksi yang nyaman, aman, dan profesional bagi seluruh peserta,” ungkapnya.


Muhammad Arhami menambahkan bahwa UTBK SM-KPN bukan sekadar proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, melainkan pintu awal dalam menjaring generasi muda yang akan dipersiapkan menjadi tenaga profesional dan pemimpin masa depan di berbagai bidang.


“Kami berharap melalui seleksi ini akan lahir calon-calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan vokasi PNL dan dipersiapkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” tambahnya.


Dengan dukungan fasilitas laboratorium komputer yang modern, sistem teknologi informasi yang andal, serta sumber daya manusia yang profesional, pelaksanaan UTBK SM-KPN 2026 di PNL berlangsung dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta selama mengikuti ujian.


Melalui pelaksanaan UTBK SM-KPN 2026, PNL berharap dapat menjaring generasi muda terbaik yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, produktif, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut sejalan dengan visi PNL untuk melahirkan lulusan yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan dunia industri. [HumasPNL]