PNL Gelar Pembinaan Mahasiswa Baru Penerima KIP-Kuliah Tahun 2025

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 dengan mengusung tema “Dari Bantuan menjadi Kesempatan, Dari Kesempatan menjadi Prestasi” di Aula lantai 3 Gedung Utama PNL, Kamis (02/10/2025), Kegiatan ini diikuti oleh 622 mahasiswa penerima KIP-Kuliah.


Ketua Pelaksana, Jamaluddin, SE., M.S.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa program KIP-Kuliah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada mahasiswa yang berhak. Ia mengingatkan pentingnya mahasiswa penerima bantuan menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75, karena jika di bawah ketentuan tersebut maka beasiswa dapat dievaluasi kembali bahkan dialihkan ke mahasiswa lain.


“Usahakan IPK di atas 3, agar aman dalam setiap evaluasi semester. Karena setiap semester ada laporan ke Kemendiktisaintek. Kami harap adik-adik benar-benar memperhatikan hal ini,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa penerima KIP-Kuliah untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai bekal kepemimpinan dan pengalaman menghadapi dunia kerja.


Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL,  Ir. Syukri, ST., MT., dalam arahannya meminta mahasiswa untuk memahami peraturan akademik yang telah ditetapkan dalam Peraturan Direktur Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Ia menekankan agar dana bantuan yang meliputi biaya UKT dan biaya hidup dimanfaatkan secara bijak demi kepentingan perkuliahan.


“Sebagai bentuk transparansi, dana KIP-Kuliah ditransfer langsung ke rekening mahasiswa oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) tanpa ada pemotongan dari pihak kampus. Namun, percepatan pencairan sangat bergantung pada ketepatan mahasiswa dalam menyerahkan nomor rekening. Kami juga mengingatkan bahwa bila ada penyelewengan dana, maka kuota bantuan akan dikurangi,” jelasnya.


Syukri menambahkan bahwa KIP-Kuliah merupakan bantuan pemerintah yang harus diubah menjadi kesempatan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan IPK, aktif mengikuti organisasi mahasiswa (ormawa), serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi prestasi.


Dalam kegiatan ini juga turut hadir Ibnu Khaldun, S.S.T., MT., yang memberikan materi terkait Penjelasan teknis PPAPT dan juga Dedi Suhendi Muhtizar, S.S.T., yang memberikan materi tentang review terkait perjanjian KIPK.


Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan mahasiswa baru penerima KIP-Kuliah di PNL tidak hanya mampu menjaga prestasi akademik yang unggul, tetapi juga mampu mengembangkan diri di bidang non akademik, sehingga benar-benar dapat mewujudkan tema yang diusung: dari bantuan menjadi kesempatan, dari kesempatan menjadi prestasi.