PNL dan PT Perta Arun Gas Perkuat Ekosistem UMKM

Lhokseumawe – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe (JTS-PNL) menerima kunjungan kerja Manager Humas PT Perta Arun Gas (PAG). Keduanya sepakat terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi berbasis hasil riset. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Ekosistem UMKM Lokal melalui Inovasi Berbasis Kolaborasi dan Teknologi untuk Mendukung Kemandirian Daerah” yang berlangsung di ruang rapat Jurusan Teknik Sipil PNL pada, Jumat (05/06/2026).

Dalam sambutannya Ketua Jurusan Teknik Sipil PNL, Mulizar, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Jurusan Teknik Sipil melalui pusat riset Green and Geopolimer Technology Research Centre (2GTechRC) mulai melakukan riset berawal dari penelitian pemanfaatan limbah hasil pembakaran batubara, khususnya fly ash dan bottom ash dari PLTU Nagan Raya, Aceh dan PLTU Pangkalan Susu, Sumatera Utara.

Penelitian yang awalnya dilakukan pada skala laboratorium kemudian berkembang hingga tahap implementasi lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemudian penelitian berlanjut dengan memanfaatkan limbah expanded perlite dari PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe.

“Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia akademik, tetapi juga industri dan masyarakat. Dengan adanya kerja sama dengan PT Perta Arun Gas, dan berhasilnya penelitian pemanfaatan expanded perlite, kami berhasil memperoleh dana dari hibah bersaing Kemenristekdikti dalam bentuk mesin produksi paving block serta berbagai program pendanaan yang memungkinkan hasil riset diimplementasikan secara nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai tambah juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Sementara itu dalam kesempatannya Manager Humas PT Perta Arun Gas, Makmur Raharjo, menyampaikan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara PAG dan PNL menjadi bukti nyata pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kemandirian daerah.

“Pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, tetapi juga membutuhkan kontribusi akademisi, dunia usaha, BUMN, dan masyarakat. Kerja sama yang telah berlangsung ini harus terus diperkuat dalam tindakan nyata demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Makmur, salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan melalui kolaborasi tersebut adalah pemanfaatan expanded perlite, material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna, namun kini dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk konstruksi dan kerajinan yang bernilai ekonomi.

“Inovasi yang dilakukan oleh tim Teknik Sipil PNL menunjukkan bahwa material yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat. Kami berharap hasil inovasi ini dapat mendorong tumbuhnya UMKM dan home industry di berbagai sektor,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNL, Amir Fauzi, S.T., M.Sc. Ph.D. menegaskan bahwa pengembangan teknologi berbasis riset harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, sejak tahun 2018 PNL telah mengembangkan 2GTech Research Center (2GTechRC) yang mengadopsi konsep pusat riset dari Arab Saudi dan Malaysia. Melalui pusat riset tersebut, berbagai limbah industri diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM dan masyarakat.

“Teknologi yang kami kembangkan bertujuan mendukung kemandirian daerah. Berbagai limbah padat yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya adalah pemanfaatan fly ash yang kini tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga memiliki nilai jual,” ungkap Amir.

Ia juga menjelaskan bahwa inovasi expanded perlite telah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh, karena potensinya dalam mendukung pengembangan produk konstruksi yang lebih berkualitas.

Dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PAG tahun 2026 melalui program CLEAR (Community, Local Empowerment and Re-Use), pemanfaatan expanded perlite menjadi salah satu fokus utama. Material yang selama ini tersimpan dalam jumlah besar diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti batako, hebel, paving block, ornamen, hingga produk dekoratif lainnya.

Makmur Raharjo mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 10.000 jumbo bag material expanded perlite yang berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa program ini tidak berorientasi pada komersialisasi oleh PAG maupun PNL, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan UMKM.

“Kami berharap volume limbah yang tersedia dapat diubah menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kehadiran expanded perlite juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan UMKM sehingga memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.

Menutup kegiatan tersebut, pihak PNL menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang tidak hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga menjangkau tingkat nasional hingga global. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diyakini menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian daerah yang berkelanjutan. [HumasPNL]