Kolaborasi Dengan PT Perta Arun Gas, Jurusan Teknik Kimia PNL Perkuat Kurikulum Berbasis Industri
Lhokseumawe – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri, Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kegiatan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Diploma Tiga Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas dengan tema "Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Lulusan dan Struktur Kurikulum Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas dengan Standar Industri dan Kerangka Kualifikasi Nasional." Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, (25/06/2026) di Ruang Multipurpose 2, Gedung Laboratorium Teknologi Kimia PNL.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum PNL, Dr. Ir. Zamzami, S.T., M.Eng., IPM. Dalam sambutannya, Zamzami menegaskan bahwa penyelarasan kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan lulusan PNL memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja.
"Politeknik Negeri Lhokseumawe terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Oleh karena itu, kurikulum harus terus diperbarui melalui kolaborasi dengan dunia industri agar materi pembelajaran tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya.
Zamzami juga menyampaikan apresiasi kepada PT Perta Arun Gas yang selama ini telah menjadi mitra strategis PNL dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknologi pengolahan minyak dan gas.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Kimia PNL, Dr. Ir. Irwan, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelarasan kurikulum merupakan agenda penting yang dilakukan secara berkala agar Program Studi Diploma Tiga Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas mampu mengikuti perkembangan teknologi serta dinamika industri migas yang terus berubah.
"Masukan dari para praktisi industri sangat berharga bagi kami dalam menyusun kurikulum yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Harapannya, lulusan Program Studi Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan teknis, profesionalisme, dan kemampuan yang sesuai dengan standar industri," ungkap Irwan.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari PT Perta Arun Gas, yakni Chasril Hanis selaku Assistant Manager Regas & LNG Hub serta Jalaluddin selaku Analyst Quality Management, Standard & Certification. Kedua pemateri memberikan berbagai masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri, perkembangan teknologi di sektor minyak dan gas, serta pentingnya penerapan standar mutu, keselamatan kerja, dan sertifikasi kompetensi dalam dunia profesional.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, para dosen, tim pengembang kurikulum, dan peserta bersama-sama mengevaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta struktur kurikulum agar semakin selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Berbagai rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum sehingga lulusan memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas melalui penguatan sinergi dengan dunia industri. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi dalam mendukung kemajuan sektor energi, khususnya industri minyak dan gas di Indonesia.