JTN - PNL dan BPRS RHA Tandatangani MoA. Ini Lingkup Kerjasama yang Disepakati

Lhokseumawe - Jurusan Tata Niaga, Politeknik Negeri Lhokseumawe (JTN-PNL) menandatangani naskah Memorandum of Agreement (MoA) dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Hijrah Rahmah Agung (BPRS HRA). Penandatangan naskah MoA tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Direktur PNL Rabu, (22/06/2022).


Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST.,M.Eng.Sc yang diwakili Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi Ir. Sariyusda, MT, dalam sambutannya mengatakan bawah penandatangan MoA kedua belah pihak ini adalah momen yang terindah.


"Kedatangan BPRS RHA diharapkan sangat mewarnai ke depan, untuk meningkatkan akreditasi lembaga kami. Terkait dengan akreditasi, kami PNL harus memperbanyak kerjasama dengan IDUKA," kata pria berkacamata yang biasa disapa Yusda ini.


Menurut Yusda, yang penting adalah tindak lanjut atau implementasi dari MoA, salah satunya adalah praktisi mengajar di kampus.


"Dalam APBN dalam anggaran kementerian praktisi yang mengajar dibayar lebih tinggi dibandingkan dengan dosen homebase yang mengajar. Khusus untuk JTN ini lebih besar kesempatan, dengan dibukanya program S2 Ekonomi Islam Terapan," ujar Yusda.


Terakhir Yusda menekankan bahwa, MoU dan MoA diharapkan jangan hanya sebatas tanda tangan, tapi yang penting sekali adalah implementasi, walau itu dalam wujud sederhana tapi harus bermanfaat kepada semua pihak.


"Bidang kerjasama ini merupakan bidang saya yang diamanahkan oleh Direktur PNL, untuk itu saya akan terus mengevaluasi  setiap kerjasama yang sudah disepakati kedua belah pihak," pungkas Yusda.


Sementara itu Ketua JTN Zulkarnaini, SE.,M.Si.Ak.CA berharap kepada manajemen BPRS RHA mudah-mudahan menjadi partner.


"Ini menjadi momen baru buat kami dari JTN. Terkait dengan Program S2, salah satu pangsa pasar adalah BPRS," kata Joel Seleb, demikian ia biasa disapa.


Terkait dengan S2 Terapan, hal senada juga disampaikan Dr. Busra, SE ,M.Si Kaprodi S2 Magister Keuangan Terapan. Menurut Busra, ini merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia.


"Kalau akademik memang banyak, tapi kalau yang terapan (vokasi) baru kita. Tahun ini kita sudah mulai terima mahasiswa," ungkap Busra.


"Ada tiga hal yang bisa kita tindaklanjuti terkait S2, memanfaatkannya kita berharap untuk semua dalam rangka kebangkitan ekonomi syariah," lanjutnya.


Menurut Busra, ekonomi syariah saat ini sedang tumbuh dan berkembang, dalam masa pandemi tempo hari, juga semakin meningkat. Jadi sangat relevan jika PNL membuka prodi ini.



"Saya berharap BPRS bisa mengirim calon-calon mahasiswa ke kami, sehingga akan bisa berkembang bersama dan membawa BPRS untuk lebih berkembang. Nantinya selain jadi mahasiswa, rekan-rekan dari BPRS juga bisa mengajar sebagai dosen industri dan praktisi. Ini yang kami harapkan dalam butir-butir MoA dituangkan. Mudah-mudahan bisa saling menguntungkan," harap Busra.


Sementara itu Muhammad Azhari, yang merupakan Direktur Utama BPRS RHA dan tim yang hadir dalam kegiatan penandatangan MoA itu mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh kemajuan PNL.


"Inti dari MoA itu kami dari RHA sangat mendukung sepenuhnya demi kemajuan PNL," papar Azhari yang juga alumni JTN-PNL ini.


Tambah Azhari, hal lain terkait tindak lanjut termasuk penandatanganan MoA pihaknya sepakat, apalagi di  BPRS RHA saat ini karyawan 70 persen dari PNL, khususnya dari JTN.


"Untuk saat ini kami belum bisa menjabarkan lebih jauh, tapi tegasnya kami mendukung sepenuhnya," pungkas Azhari


Hadir dalam kegiatan penandatangan MoA itu Kaprodi Sarjana Terapan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS) Dr. Yusri Hazmi, SE.,Ak, Kaprodi Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) Yeni Irawan, SE.,M.Si, serta Kaprodi D3 Administrasi Bisnis Zulfikar, SE.,M.Si.


Yusri Hazmi mewakili kaprodi yang hadir mengatakan menyambut baik penandatanganan MoA ini, karena menurut Doktor lulusan Universitas Syiah Kuala ini, dengan MoA akan mudah mensinergikan antara kebutuhan industri dengan kondisi pembelajaran di kampus.


"Karena apa yang dipraktekkan oleh rekan-rekan industri, menjadi sangat berguna buat kami di kampus," pungkas Yusri.


Lalu apa kesepakatan yang ditangani kedua belah pihak? Media ini yang diperlihatkan sekilas nasakah MoA yang ditangani kedua belak pihak melihat bahwa, ruang lingkup kesepakatan dan kerjasama yakni terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat.


Selain itu disepakati juga tentang pengembangan SDM, kerjasama pemakaian laboratorium di JTN, dan kesepakatan lain yang akan disepakati kemudian. [HumasPNL]