triangle

Politeknik Negeri Lhokseumawe Gelar Workshop Penguatan Aspek Manajemen UMKM

Politeknik Negeri Lhokseumawe Gelar Workshop Penguatan Aspek Manajemen UMKM

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) gelar Workshop Penguatan Aspek Manajemen untuk Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) bubuk bandrek siap saji di Kumbang Pase. Kegiatan tersebut dalam upaya peningkatan produktivitas bandrek siap saji, yang diadakan di sebuah hotel Lhokseumawe, Minggu (10/10/2021).

Kegiatan tersebut menghadirkan 3 narasumber yaitu Rahur Razi dari Disperindakop Kota Lhokseumawe, Muhammad Nasir dari OLG Indonesia, dan Agustia Rahmi dari Consultan Geutanyoe.

Ketua pelaksana Elfiana, ST, MT, mengatakan peserta terdiri dari UMKM, Dosen, Mahasiswa, dan Pemantau internal P3M PNL, Dr Busra, SE merupakan koordinator bidang PKM PNL. Ia menjelaskan, Workshop ini merupakan salah satu program kegiatan PTDM hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Politeknik Negeri Lhokseumawe.

"Kegiatan ini dilakukan di bawah payung program produk teknologi yang didesiminasikan kepada masyarakat (PTDM) dalam mengimplementasikan mesin pengeringan vacum kepada usaha Bandrek Instan dan Bandrek Celup di Desa Kumbang Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, merupakan mitra PTDM PNL," kata Elfiana, yang juga salah satu dosen senior Jurusan Teknik Kimia didampingi Dr Usman, M Eng. dan Ir H Muhammad Sami, MT, kepada Serambinews.com, Senin (11/10/2021).

Ia menjelaskan, program ini bersumber dana hibah pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dikompetisikan secara Nasional pada bulan April 2021 lalu. Dimana, kata Elfiana, oenerapan mesin pengering vacum ini untuk menggantikan sistim pengeringan rempah secara konvensional menggunakan sinar matahari merupakan kendala produksi bandrek siap saji sebagaimana yang disampaikan oleh Nurjani dan Hendra, pemilik usaha bandrek instan dan bandrek celup.

"Upaya peningkatan produktivitas UMKM bandrek tidak hanya melalui transfer teknologi, akan tetapi perlu memperkuat manajemen usaha yang baik dari segi pemasaran maupun pembukuan. Hal ini agar UMKM bisa merasakan benefit dari produk mereka," terang Elfiana.

Sementara itu dalam workshop tersebut, narasumber Rahur Razi menguraikan kiat-kiat promosi suatu produk yang ditargetkan menjadi branding produk daerah. Nasir memaparkan bagaimana mitra, sebagai produsen, bertindak dalam menghadapi lika-liku perdagangan dewasa ini yang sudah serba daring. "Dimulai dari cara bagaimana membuat iklan di media sosial, sampai etika dagang dengan produk sejenis," pungkasnya.(*)

Leave a Comment