+62 645 42670

BUKET RATA, LHOKSEUMAWE

triangle

Politeknik Lhokseumawe Selenggarakan Seminar Nasional Teknologi Nuklir

Politeknik Lhokseumawe Selenggarakan Seminar Nasional Teknologi Nuklir

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyelenggarakan Seminar Nasional 2017 bertema “Cybersecurity untuk Keselamatan dan Keamanan Nuklir”. Acara berlangsung di Gedung Auditorium Politeknik Lhokseumawe.Kamis (2/11).

Seminar tersebut menghadirkan,  Prof. Drs. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc, Ph.D.,IPU Ketua Badan Pengawas Tenaga Nuklir BAPETEN sebagai pemateri. Diikuti sebanyak 600 Mahasiswa Teknik Informatika dan Komputer, Teknik Jaringan Multimedia Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Jazi Eko Istiyanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia masih takut dengan bahaya nuklir, sehingga perlu adanya sosialisasi. Ia berharap kegiatan ini akan membuka wawasan  mahasiswa terhadap teknologi nuklir.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengawasan Tenaga Nuklir menyampaikan bahwa nuklir itu aman karena ada BAPETEN. BAPETEN memiliki tugas memverifikasi dan menilai keselamatan (keamanan) sesuai dengan persyaratan pengawasan ketenaganukliran.

Tri Djatmiko Humas BAPETEN mengatakan, berdasarkan undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran, salah satu tujuan pengawasan yang dilakukan BAPETEN dalam menjamin keselamatan kerja masyarakat dan lingkungan hidup dari potensi bahaya radiasi melihat perkembangan pemanfaatan tenaga nuklir yang semakin pesat saat ini BAPETEN tidak lagi hanya menitikberatkan pada tiga pilar pengawasan yaitu peraturan perizinan dan infeksi tapi juga telah merambat teknologi informasi.

Lanjutnya, seiring kemajuan zaman keberadaan teknologi informasi pengawasan tidak dapat dilepaskan dari fungsi bapeten potensi ancaman via jaringan komputer bahkan pernah menghantui Indonesia belum lama ini. Ancaman tersebut jelas-jelas menyerang jaringan internal yang berdampak pada tidak berfungsinya sistem informasi. Ancaman berbasis teknologi informasi yang kian marak saat ini tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi bapeten.

Potensi ancaman pemanfaatan tenaga nuklir saat ini tidak hanya sebatas agedakan pencurian atau sabotase, tetapi adanya indikasi melalui jaringan komputer. Badan tenaga atom internasional atau IAEA pun membahas isu krusial ini pada sidang tahunan yang dimaksudkan agar segenap negara anggota Jangan pernah menganggap remeh permasalah ini, terutama bagi negara-negara yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dikatakannya pentingnya kalangan perguruan tinggi khususnya Politeknik Negeri Lhokseumawe mengetahui hal ini agar tercipta pemahaman akan pentingnya sebuah aspek keselamatan dan keamanan nuklir di bidang teknologi informasi terutama terkait keamanan sistem informasi dan keamanan jaringan sistem informasi perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan aplikasi sistem keamanan khususnya sistem keamanan nuklir dan memberikan informasi tentang aplikasi sistem keamanan nuklir sekaligus memberikan peluang untuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah keamanan nuklir saat ini.

Acara tersebut bertujuan agar menumbuhkan semangat belajar sekaligus menambah wawasan mahasiswa mengenai cyber security nuklir dan dapat membantu bapeten dalam melakukan fungsi pengawasan yang lebih baik.

 

Sumber : www.fokusaceh.com

Leave a Comment