+62 645 42670

BUKET RATA, LHOKSEUMAWE

triangle

PNL Membantu Pengembangan Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireuen

PNL Membantu Pengembangan Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireuen

Politeknik Negeri Lhokseumawe Membantu Pengembangan Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh Melalui Program Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Kemenristekdikti

Buketrata - Politeknik Negeri Lhokseumawe pada tahun 2018 telah telah memenangkan skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), yaitu salah satu skim dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristekdikti. PPPUD yang merupakan merupakan salah satu skim dari program pengabdian kepada masyarakat yang pendanaannya oleh Kemenristekdikti bertujuan membantu usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produk agar berdaya saing tinggi dengan tetap berpijak pada keunikan/ciri khas kedaerahan, mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industri, dan mengembangkan proses link&match antara perguruan tinggi, industri, Pemerintah Daerah dan masyarakat luas.

PPPUD yang dimenangkan oleh Politeknik Negeri Lhokseumawe diketua oleh Ir. Hanif, MT, dengan anggota Saifuddin, ST, MT dan Safaruddin, SE, M.Si memenangkan skim tersebut dengan program pengembangan salah satu produk unggulan daerah kabupaten Bireun, yaitu Serat Sabut Kelapa atau yang lebih dikenal dengan  cocofibre.

Kelapa merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan rakyat di Provinsi Aceh, dan Kabupaten Bireun merupakan salah satu sentra penghasil kelapa terbesar di provinsi Aceh. Dalam lima tahun terakhir cocofibre dan cocopeat yang merupakan hasil samping dari pengolahan buah kelapa menjadi komoditi unggulan kabupaten Bireuen.

Usaha Kelapa Terpadu Mandiri yang terletak di Desa Ceubo kecamatan Gandapura kabupaten Bireun merupakan usaha pengolahan serat sabut kelapa yang menjadi mitra kegiatan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah. Usaha Kelapa Terpadu Mandiri didirikan oleh Fakhruddin pada tahun 2005. Berdirinya usaha Kelapa Terpadu Mandiri diawali oleh kelompok tani kelapa yang mengolah kelapa menjadi kopra. Seiring dengan perjalanan waktu usaha Kelapa Terpadu Mandiri beralih menjadi pengolahan sabut kelapa. Usaha Kelapa Terpadu Mandiri mempekerjakan 5 orang pekerja harian lepas dan bulanan, yang bertugas pada bagian penggilingan, pengepresan, pengayakan sabut kelapa dan tenaga penjemuran serta satu orang sebagai sopir. Untuk manajemen produksi maupun pemasaran  langsung ditangni sendiri oleh pimpinan, Fakhruddin.

Produk cocofibre dan cocopeat yang dihasilkan oleh Usaha Kelapa Terpadu Mandiri telah dipasarkan ke luar Aceh, yaitu Medan, Kerinci dan Lampung. Pemasaran ke daerah-daerah tersebut dalam jumlah yang besar. Ada kalanya produk juga diekspor ke Malaysia, Cina, Jepang dan Korea melalui eksportir di Medan.

PPPUD  yang direncanakan selama tiga tahun ini, pada tahun pertama team PPPUD telah menyelesaikan permasalahan aspek produksi yaitu dengan penerapan teknologi mesin pengurai sabut kelapa dengan kapasitas yang lebih besar dan teknologi pengepresan cocopeat menjadi balok/batangan. Melalui kegiatan PPPUD tahun pertama ini, telah berhasil ditingkatkan produksi cocofibre dan produksi cocopeat batangan yang siap dipasarkan.

Leave a Comment